Diet kekurangan energi protein pdf

Kelainan ini merupakan gejala yang menyolok. Faktor Perilaku Kebiasaan dan pandangan wanita terhadap makanan, pada umumnya wanita lebih memberikan perhatian khusus pada kepala keluarga dan anak-anaknya.

Hal ini menunjukkan bahwa kasus gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Klampis Ngasem masih menjadi permasalahan yang serius untuk mendapatkan perhatian dan penanganan. Terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan yang ada dalam penelitian ini. Sindrom kwashiorkor terjelma manakala defisiensi lebih menampakkan dominasi protein, dan marasmus termanifestasi jika terjadi kekurangan energy yang parah.

Marasmus Kekurangan energi marasmus merupakan suatu keadaan kekurangan energi protein akibat rendahnya asupan karbohidrat. Gizi buruk yang disertai dengan tanda-tanda klinis disebut marasmus, kwashiorkor dan kombinasi marasmus kwashiorkor Soekirman Selain itu, KEP merupakan penyakit lingkungan, karena adanya beberapa factor yang bersama-sama berinteraksi menjadi penyebab timbulnya penyakit ini, antara lain yaitu factor diet, factor social, kepadatan penduduk, infeksi, kemiskinan, dan lain-lain.

Jika protein ini tidak cukup untuk tubuh, maka jaringan otot yang mengalami kelelahan bisa rusak sehingga tidak dapat melakukan regenerasi. Hal lain yang juga berpotensi menumbuhsuburkan KEP dikalangan bayi dan anak adalah penurunan minat dalam member ASI yang kemudian diperparah pula dengan salah persepsi tentang cara menyapih.

Setelah usia 1 tahun atau lebih ,kwashiorkor dapat muncul bahkan ketika kekurangan bahan pangan bukanlah menjadi masalahnya, tetapi kebiasaan adat atau ketidak tahuan kurang nya edukasi yang menyebabkan penyimpangan keseimbangan nutrisi yang baik.

Pada penderita kwashiorkor lanjut, rambut akan tampak kusam, halus, kering, jarang dan berubah warna menjadi putih. Pelayanan kesehatan, adalah akses atau keterjangkauan anak dan keluarga terhadap upaya pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan seperti imunisasi, pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, penimbangan anak, penyuluhan kesehatan dan gizi, serta sarana kesehatan yang baik seperti posyandu, puskesmas, praktek bidan atau dokter, rumah sakit, dan pesediaan air bersih.

Pengetahuan yang kurang tentang nilai bahan makanan, cara pemeliharaan anak, disamping ketakhyulan merupakan faktor tambahan dari timbulnya penyakit kwashiorkor.

Penyakit ini merupakan bentuk malnutrisi paling banyak didapatkan di dunia ini, pada dewasa ini,terutama sekali pada wilayah-wilayah yang masih terkebelakangan bidang industrinya.

makalah kurang energi protein

Penyakit saluran pencernaan yang sebagian muncul dalam bentuk muntahdan gangguan penyerapan, menyebabkan kehilangan zat-zat gizi dalam jumlah besar.

Banyak hal yang menjadi penyebab kwashiorkor, namun faktor paling mayor adalah menyusui, yaitu ketika ASI digantikan oleh asupan yang tidak adekuat atau tidak seimbang.

Kelainan Hati Pada biopsi hati ditemukan perlemakan, bisa juga ditemukan biopsi hati yang hampir semua sela hati mengandung vakuol lemak besar. Depigmentation is common, and patchy alopecia may occur.

Pemberian MP-ASI harus lebih bervariatif dan macam makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan agar anak dapat memperoleh cukup energi, protein, dan zat gizi lain.

Kurang Energi Protein

Asupan energi yang rendah mengakibatkan lemak dan protein digunakan untuk menghasilkan energi Tujuan Penulisan 1.(b) Penderita rawat inap: diberikan makanan tinggi energi dan protein, dengan kebutuhan energi % diatas kebutuhan yang dianjurkan (angka kecukupan gizi /AKG) dan diet sesuai dengan penyakitnya.

(3) Balita KEP berat: harus dirawat inap dan dilaksanakan sesuai pemenuhan kebutuhan nutrisinya. Prevalensi yang tinggi terdapat pada anak-anak di bawah umur 5 tahun (balita).Pada penyakit KEP ditemukan berbagai macam keadaan patologis disebabkan oleh kekurangan energi maupun protein dalam proporsi yang macam-macam.

Akibat kekurangan tersebut timbul keadaan KEP pada derajat yang ringan sampai berat. »Materi Kesehatan: Penyakit Kekurangan Energi dan Protein (KEP) pada Usia 4 dan 5 Tahun Kekurangan Energi dan Protein (KEP) A.

Abstrak Penyakit KEP atau Protein Energy Malnutrition merupakan salah satu penyakit gangguan gizi yang penting bagi Indonesia maupun banyak negara yang sedang berkembang di Asia, Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika. 12/29/ · Komponen biologi yang menjadi latar belakang KEP antara lain malnutrisi ibu, baik sebelum maupun selama hamil, penyakit infeksi, serta diet rendah energi protein.

Menurut Soekirman (), faktor penyebab KEP dibagi menjadi 2, yakni penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Penyebab langsung yaitu makanan anak dan penyakit infeksi yang.

KURANG ENERGI PROTEIN (PROTEIN ENERGY MALNUTRITION)

Kekurangan Energi Protein (KEP) akan terjadi manakala kebutuhan tubuh akan kalori, protein atau keduanya, tidak tercukupi dengan diet. Kedua bentuk defisiensi ini tidak jarang berjalan bersisian, meskipun salah satu lebih dominan ketimbang yang lain. yakni gizi buruk karena kekurangan protein (disebut kwashiorkor), karena kekurangan karbohidrat atau kalori (disebut marasmus), dan kekurangan kedua- duanya.

Gizi buruk ini biasanya terjadi pada anak balita (bawah lima tahun) dan hingga ia mampu menerima diet tinggi energi dan tingi protein (TETP).

ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN BERHUBUNGAN DENGAN GIZI KURANG PADA

Tahap penyesuaian ini dapat berlangsung.

Diet kekurangan energi protein pdf
Rated 0/5 based on 42 review